Bioetanol dari singkong

Bioetanol dari singkong

      Bioetanol dari singkong,. singkong salah satu sumber pati yang sangat baik ,dan  Pati senyawa karbohidrat kompleks berasal dari singkong dan pati ini bisa di manfaatkan untuk pembuatan etanol. Ada dua bahan dalam pembuatan Bioetanol dari singkong yang pertama dengan memanfatkan umbi singkong dan yang kedua dengan memanfaatkan kulit sigkong itu sendiri kalu untuk urusan efisien maka kulit singkong jauh lebih murah dan bahkan bisa didapat secara gratis he he he

      Bioetanol dari singkong baik dari umbi maupun kulit singkong prosesnya sama di sini saya akan jelaskan yang menggunakan umbi singkong agar bisa lebih mudah dimengerti

Bagaimana proses pembuatan Bioetanol dari singkong ini

Berikut adalah langkah langkah dalam proses pembuatan Bioetanol dari singkong:

  • Kupas 125 kg singkong segar, semua jenis singkong dapat dimanfaatkan. Bersihkan dan cacah berukuran kecil-kecil.
  • Keringkan singkong yang telah dicacah hingga kadar air maksimal 16%. Persis singkong yang dikeringkan menjadi gaplek. Tujuannya agar lebih awet sehingga produsen dapat menyimpan sebagai cadangan bahan baku
  • Masukkan 25 kg gaplek ke dalam tangki stainless steel berkapasitas 120 liter, lalu tambahkan air hingga mencapai volume 100 liter. Panaskan gaplek hingga 100″C selama 0,5 jam. Aduk rebusan gaplek sampai menjadi bubur dan mengental.
  • Dinginkan bubur gaplek, lalu masukkan ke dalam langki sakarifikasi. Sakarifikasi adalah proses penguraian pati menjadi glukosa. Setelah dingin, masukkan cendawan Aspergillus yang akan memecah pati menjadi glukosa. Untuk menguraikan 100 liter bubur pati singkong. perlu 10 liter larutan cendawan Aspergillus atau 10% dari total bubur. Konsentrasi cendawan mencapai 100 juta sel/ml. Sebelum digunakan, Aspergilhis dikuhurkan pada bubur gaplek yang telah dimasak tadi agar adaptif dengan sifat kimia bubur gaplek. Cendawan berkembang biak dan bekerja mengurai pati
  • Dua jam kemudian, bubur gaplek berubah menjadi 2 lapisan: air dan endapan gula. Aduk kembali pati yang sudah menjadi gula itu, lalu masukkan ke dalam tangki fermentasi. Namun, sebelum difermentasi pastikan kadar gula larutan pati maksimal 17—18%. Itu adalah kadar gula maksimum yang disukai bakteri Saccharomyces untuk hidup dan bekerja mengurai gula menjadi alkohol. Jika kadar gula lebih tinggi, tambahkan air hingga mencapai kadar yang diinginkan. Bila sebaliknya, tambahkan larutan gula pasir agar mencapai kadar gula maksimum.
  • Tutup rapat tangki fermentasi untuk mencegah kontaminasi dan Saccharomyces bekerja mengurai glukosa lebih optimal. Fermentasi berlangsung anaerob alias tidak membutuhkan oksigen. Agar fermentasi optimal, jaga suhu pada 28—32″C dan  pH 4,5—5,5.
  •  Setelah 2—3 hari, larutan pati berubah menjadi 3 lapisan. Lapisan terbawah berupa endapan protein. Di atasnya air, dan etanol. Hasil fermentasi itu disebut bir yang mengandung 6—12% etanol
  • Sedot larutan etanol dengan selang plastik melalui kertas saring berukuran 1 mikron untuk menyaring endapan protein.
  • Meski telah disaring, etanol masih bercampur air. Untuk memisahkannya, lakukan destilasi atau penyulingan. Panaskan campuran air dan etanol pada suhu 78″C atau setara titik didih etanol. Pada suhu itu etanol lebih dulu menguap ketimbang air yang bertitik didih 100°C. Uap etanol dialirkan melalui pipa yang terendam air sehingga terkondensasi dan kembali menjadi etanol cair.
  • Hasil penyulingan berupa 95% etanol dan tidak dapat larut dalam bensin. Agar larut  diperlukan etanol berkadar 99% atau disebut etanol kering. Oleh sebab itu, perlu destilasi absorbent. Etanol 95% itu dipanaskan 100″C. Pada suhu ilu, etanol dan air menguap. Uap keduanya kemudian dilewatkan ke dalam pipa yang dindingnya berlapis zeolit atau pati

 

Nah demikianlah proses Bioetanol dari singkong semoga bisa memberi anda gambaran tentang Bioetanol dari singkong dan semoga bermanfaat dan bagi anda yang ingin mengolah singkong menjadi terigu atau yang biasa di panggil dengan tepung mocaf silahkan pelajari panduannya di sini dengan menekan halaman home di atas maka anda akan mendapatkan panduan membuat tepung mocaf tanpa enzim semoga bisa bermanfaat dan membantu anda dalam mencari bioetanol dari singkong

This entry was posted in Uncategorized and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>